Ar Yu ReDEY..?!

Kamis, 31 Maret 2011

Lebah, Semut, dan Rayap: Koloni Serangga Yang Mengagumkan!

Share


Lebah, Semut, dan Rayap adalah mahluk sosial dengan kerja sama yang patut dicontoh oleh manusia. Meskipun dengan ukurannya yang kecil, tetapi dengan bekerja sama, koloni mereka berhasil menciptakan sebuah sistem (pembagian tugas) yang terbilang cerdas untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup dan mempertahankan kehidupan mereka.

LEBAH

Siklus hidup serangga yang terkenal dengan berbagai macam hasiatnya ini mengalami metamorfosis, ia harus melewati beberapa tahapan sebelum menjadi lebah dewasa yang sempurna. Telur yang baru dikeluarkan lebah ratu akan menetas menjadi larva pada hari ke-tiga. Larva lebah membungkus dirinya sendiri menjadi kepompong. Pada tahap ini (hari ke- 4 sampai ke- 9), lebah pekerja dewasa akan memberi makan larva-larva muda dengan royal jelly (susu lebah) dan bee pollen (roti lebah). Pada hari ke-10, larva berubah menjadi pupa. Pada tahap ini, beberapa anggota tubuh lebah sudah mulai terbentuk, seperti mata, sayap, dan kaki. Pupa berubah menjadi lebah dewasa dari hari ke-16 hingga 24, bergantung pada jenis lebah yang akan muncul.

Satu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, lebah jantan dan lebah ratu.
1. Lebah Pekerja

Sejak lahir, lebah pekerja sudah mulai bekerja keras dan mengabdi pada koloninya. Seluruh lebah pekerja adalah betina, namun mereka tidak bertanggung jawab untuk menghasilan telur karena organ seksualnya tidak berkembang. Sepanjang hidupnya, lebah pekerja melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan tubuh mereka.
Saat kelenjar penghasil lilin dalam perut lebah pekerja matang, mereka mulai dapat menghasilkan lilin. Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja membangun sel-sel segi enam penyimpan madu di dalam sarang. Lebah menghasilkan madu dari nektar bunga (cairan manis yang terdapat pada bunga) yang mereka kumpulkan. Bunga-bunga yang dipilih oleh lebah tidak sembarangan, karena lebah memiliki kemampuan untuk memilih nektar bunga yang berkualitas baik dan tidak mengandung racun.

Selain itu, lebah pekerja memiliki sederet tanggung jawab lain. Mulai dari merawat larva, menjaga suhu, dan kelembaban sarang, hingga mencegah masuknya benda atau makhluk lain ke dalam sarang, guna menjaga kesterilan tempat tinggal mereka.

2. Lebah Jantan

Lebah jantan berasal dari telur-telur yang tidak dibuahi dalam satu koloni. Jumlahnya hanya berkisar ratusan ekor. Pada dasarnya, lebah jantan hanya bertugas membuahi lebah ratu. Walaupun bentuk tubuhnya lebih besar daripada lebah pekerja, lebah jantan tidak memiliki umur yang panjang, karena mereka akan langsung mati setelah membuahi lebah ratu. Dan sepanjang hidupnya, lebah jantan hanya dapat kawin satu kali.

3. Lebah Ratu

Lebah ratu adalah pemimpin dalam koloni lebah. Ia bertanggung jawab menghasilkan telur untuk perkembangan koloni yang dipimpinnya. Di dalam satu koloni, hanya ada seekor lebah ratu dan ia mampu bertelur hingga 2000 butir per hari.
Saat musim kawin, lebah ratu akan dibuahi oleh beberapa lebah pejantan. Perkawinan terjadi beberapa kali dengan lebah jantan yang berlainan sampai ratu merasa cukup memperoleh spermatozoa dan menyimpannya di dalam spermateka. Dua sampai tiga hari kemudian ratu mulai bertelur secara terus menerus sampai usianya mencapai 3 – 5 tahun atau sampai simpanan spermanya habis.

Sarang Lebah

Sarang lebah dibuat dengan penuh perhitungan oleh para pekerjanya. Bentuk segienam (hexagonal) yang tersusun pada sarang lebah ternyata bukanlah bentuk yang asal-asalan. Suatu kantung heksagonal adalah bentuk terbaik untuk memperoleh kapasitas simpan terbesar, dengan bahan baku lilin dalam jumlah paling sedikit.

Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan lainnya pada saat membangun rumahnya. Suatu rongga dengan rongga di belakangnya selalu dibangun dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Sehingga kedua sisi rongga berada pada posisi miring ke atas. Kemiringan ini mencegah madu agar tidak mengalir keluar dan tumpah.


SEMUT

Semut hidup berkoloni, di dalam sarang dengan struktur sosial yang sangat maju. dan mereka tidak mengenal konsep semacam diskriminasi, kaya, miskin atau perebutan kekuasaan seperti yang terjadi pada manusia.

Dalam setiap koloni semut. Ada semacam sistem kasta yang terbagi menjadi tiga yaitu.

1. Ratu dan semut-semut jantan.

Ratu dan semut-semut jantan adalah yang memungkinkan mereka berkembang biak. Dalam satu koloni bisa terdapat lebih dari satu ratu. Ratu mengemban tugas reproduksi untuk meningkatkan jumlah individu yang membentuk koloni. Tubuhnya lebih besar daripada tubuh semut lain. Sedang tugas semut jantan hanyalah membuahi sang ratu. Malah, hampir semua semut jantan ini mati setelah kawin.

Pendiri Bank Sperma yang Pertama

Semut jantan tidak berumur panjang. Usia mereka berkisar antara beberapa jam sampai beberapa hari setelah perkawinan. Meskipun demikian, pejantan yang sudah kawin ini meninggalkan sperma yang membentuk keturunannya, yang lahir bertahun-tahun setelah ia mati. Bagaimana sperma ini disimpan sehingga tetap hidup dan dapat membuahi telur untuk menghasilkan semut baru? Mungkinkah semut telah mengembangkan teknologi super canggih dan membangun bank sperma?. Mekanisme bank sperma yang baru terpikir oleh manusia sekitar 50 tahun yang lalu, telah digunakan oleh semut selama jutaan tahun.

2. prajurit.

Mereka mengemban tugas seperti membangun koloni, menemukan lingkungan baru untuk hidup, dan berburu.

3. semut pekerja.
Semua pekerja ini adalah semut betina yang steril. Mereka merawat semut induk dan bayi-bayinya, membersihkan dan memberi makan. Selain semua ini, pekerjaan lain dalam koloni juga merupakan tanggung jawab kasta pekerja. Mereka membangun koridor dan serambi baru untuk sarang mereka. Mencari makanan dan terus-menerus membersihkan sarang.

Di antara semut pekerja dan prajurit juga ada subkelompok. Subkelompok ini disebut budak, pencuri, pengasuh, pembangun, dan pengumpul. Setiap kelompok memiliki tugas sendiri-sendiri. Sementara satu kelompok berfokus sepenuhnya melawan musuh atau berburu, kelompok lain membangun sarang, dan yang lain lagi memelihara sarang.

Tahu kah kalian kenapa ada semut budak. Disebut demikian. Karena para semut budak adalah semut yang berasal dari sebuah peperangan antar koloni. Pada saat itu, telur-telur dari koloni semut yang dikalahkan di ambil oleh koloni yang menang. Kemudian telur-telur tersebut ditetaskan, dan kemudian dijadikan budak untuk bekerja.

Peperangan sering terjadi antar koloni semut yang satu dengan koloni lainnya. Salah satu penyebab utama terjadinya perang antar koloni adalah sulitnya berbagi sumber makanan. Dalam peperangan seperti inilah, mahluk kecil ini, melakukan berbagai teknik perangnya.

Tau tidak, kalau dalam peperangan antar koloni para semut juga mengenal bom bunuh diri.

Pengorbanan terbesar yang dilakukan semut demi koloninya adalah melakukan teknik kamikaze. Menghancurkan koloni musuh dengan cara mengorbankan diri sendiri untuk membela koloninya. Banyak jenis semut yang siap melakukan teknik ini, dan yang paling dramatis adalah semut pekerja dari spesies Camponotous dari kelompok saundersi yang hidup di hutan hujan Malaysia.

Semut Camponotous pertama kali ditemukan pada tahun 1970 oleh dua orang ahli entomologi. Secara anatomi dan tingkah laku, semut ini diprogram untuk menjadi bom berjalan. Mereka memiliki dua kelenjar raksasa yang mengeluarkan racun. Kedua kelenjar ini berada dari pangkal rahang bawah sampai ujung belakang tubuh. Ketika semut terdesak selagi bertempur, baik oleh semut lawan atau oleh pemangsa yang menyerang, otot perutnya berkontraksi secara cepat, membuat dinding tubuhnya meledak, dan menyemprotkan sekresinya ke arah musuh.

mungkin pada saat semut membawa semut yang lain yang mati di mulutnya, kalian berfikir semut tersebut akan dibawa ke sarang dan kemudian dijadikan makanan, tapi sebenarnya para semut mengubur semut lain yang telah mati agar tidak menyebarkan penyakit yang berbahaya pada koloninya.

Setiap individu dalam koloni rayap ataupun semut melakukan bagian pekerjaannya sepenuhnya. Tak ada yang mencemaskan posisi atau jenis tugasnya. mereka hanya melakukan apa yang diwajibkan. Yang penting adalah keberlanjutan koloninya.


RAYAP

Rayap, terkadang disebut semut putih, tetapi rayap dan semut tidak memiliki hubungan yang erat, walaupun mereka memiliki struktur sosial yang sama. Rayap, Arsitek hebat dalam dunia serangga. Mereka mampu mendirikan sebuah gedung yang menjulang tinggi. Dengan ukurannya yang sangat kecil. Para rayap sanggup membangun sarang yang tingginya bisa mencapai sekitar 6 meter dan lebarnya sekitar 12 meter yang hanya dibuat dalam waktu semalaman.Yang lebih mengejutkan lagi adalah para pembuat bangunan tinggi megah itu adalah rayap pekerja, yang benar-benar buta.
Bentuk bangunan sarang rayap menunjukkan sistem yang rumitnya luar biasa. Ada satuan-satuan prajurit khusus dalam kelompok rayap yang bertanggung jawab dalam hal pertahanan. Rayap prajurit juga dilengkapi dengan persenjataan berat yang mengagumkan. Jika beberapa rayap bertugas sebagai prajurit perang, yang lain menjadi rayap patroli, sedang lainnya lagi menjadi “pasukan khusus berani mati”. Dari penjagaan ratu yang mengerami telur hingga pembangunan terowongan dan dinding-dinding atau memanen jamur yang mereka semaikan, setiap tugas di dalam sarang rayap tergantung pada ketangguhan prajurit dalam bertahan.

Para rayap melakukan sistem pertanian jamur dalam sarangnya. Untuk memaksimalkan hasil panennya. Para rayap membuat sebuah sistem sirkulasi udara untuk menjaga kelembaban atau suhu dalam sarang tetap stabil, meskipun suhu diliar terus berubah-ubah.

Sangat mengagumkan bukan?. Selain fakta-fakta diatas, masih banyak lagi hal-hal yang menarik dari kehidupan mereka.

emmn... gak nyangka ya...!, ternyata hidup mereka itu sangat unik dan juga teratur layaknya kehidupan manusia. ckckck...
Subhanallah...

0 komentar:

:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda disini

Total Tayangan Laman